Talenta Upskiling – Kesan pertama sering kali menjadi faktor penentu bagaimana sebuah perusahaan dinilai oleh tamu, klien, maupun mitra kerja. Dalam konteks ini, peran receptionist menjadi sangat penting karena merekalah garda terdepan yang pertama kali berinteraksi dengan pihak eksternal. Seorang receptionist tidak hanya dituntut untuk dapat menyambut tamu dengan baik namun juga dituntut untuk dapat merepresentasikan citra profesional dan kualitas pelayanan suatu perusahaan. Seiring berkembangnya tuntutan pelayanan, profesi receptionist kini juga menjadi bagian strategis dalam mendukung kelancaran operasional dan komunikasi suatu perusahaan. Penasaran nggak sih, apa itu profesi receptionist? Daripada penasaran, yukkk kita mengenal lebih dekat profesi receptionist, berikut ini:
Receptionist merupakan sebuah profesi yang berfokus dalam melakukan pelayanan pada proses penerimaan tamu, melakukan pengelolaan komunikasi awal dengan tamu, hingga melakukan penyampaian informasi kepada tamu dalam sebuah perusahaan. Dalam sebuah perusahaan, seorang receptionist memiliki beberapa tugas utama, antara lain: Menyambut dan Melayani Tamu, Mengelola Panggilan Telepon, serta Memberikan Informasi Dasar terkait Layanan/Aktivitas Perusahaan kepada Tamu. Adapun, tujuan utama profesi receptionist adalah untuk memastikan setiap tamu mendapatkan pelayanan yang ramah, informatif, dan profesional sejak pertama kali berinteraksi dengan suatu perusahaan.
Dalam suatu perusahaan, seorang receptionist bertanggung jawab dalam menyambut tamu, mencatat kehadiran, serta mengarahkan tamu ke unit atau pihak yang dituju. Selain hal tersebut, seorang receptionist juga memiliki beberapa tugas lain, antara lain: Menerima dan Menghubungkan Panggilan Telepon, Mengelola Surat atau Paket Masuk, hingga Memberikan Informasi Awal terkait Layanan ataupun Prosedur Bisnis suatu Perusahaan.
Profesi receptionist memiliki beberapa spesialisasi sesuai dengan jenis perusahaan dan sektor industri. Beberapa di antaranya adalah receptionist perkantoran, receptionist rumah sakit, receptionist hotel, receptionist klinik, dan receptionist perusahaan jasa. Meskipun setiap spesialisasi memiliki karakteristik pelayanan yang berbeda, namun seluruhnya menuntut adanya kemampuan komunikasi dan pelayanan yang prima.
Untuk menjadi receptionist yang profesional, diperlukan adannya penguasaan terhadap beberapa keterampilan teknis dan non teknis. Keterampilan teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang receptionist, meliputi: Kemampuan Komunikasi Lisan dan Tertulis, Kemampuan Mengelola Dokumen Administrasi Sederhana, hingga Penguasaan terhadap Perangkat Komunikasi dan Aplikasi Perkantoran. Sementara itu, keterampilan non teknis yang perlu dikuasai untuk menjadi seorang receptionist, mencakup: Sikap Ramah, Sikap Profesional, Penampilan yang Rapi, Kemampuan Multitasking, Kesabaran, hingga Kemampuan dalam Menghadapi Berbagai Karakter Tamu.
Nah, setelah mengenal lebih dekat terkait profesi Receptionist untuk mempersiapkan kalian menjadi seorang Receptionist yang profesional kalian dapat mengikuti Pelatihan Kerja untuk Receptionist yang disediakan oleh Talenta Hub Indonesia melalui Program Talenta Upskiling. Talenta Upskiling merupakan program yang dirancang oleh Talenta Hub Indonesia untuk pengembangan kompetensi para pencari kerja ataupun tenaga kerja agar lebih siap bersaing untuk memasuki dunia kerja.
Berita Populer
Artikel Populer
Copyright, Talenta Hub Indonesia